DIETETIK BAGI OBESITAS

A. Pengertian Obesitas

Obesitas atau kegemukan adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan adanya penumpukan lemak tubuh yang melebihi batas normal. Penumpukan lemak tubuh yang berlebihan itu sering dapat terlihat dengan mudah. Akan tetapi perlu disepakati suatu batasan untuk menentukan apakah seseorang dikatakan menderita obesitas atau tidak. Tingkat obesitas ditentukan oleh jumlah kelebihan lemak dalam tubuh. Secara praktis digunakan perbandingan berat badan terhadap berat badan baku untuk ukuran tinggi tubuh tertentu. Kelebihan berat badan dibandingkan dengan berat badan baku itu dinyatakan dalam persentase, 10%, 20 %, ataupun 30 %.

Akan tetapi, orang yang berat badannya melebihi berat badan baku belum tentu tergolong penderita obesitas, karena besar kecilnya perawakan tubuh juga berpengaruh. Seseorang yang berperawakan tubuh besar, yang mungkin kelebihan berat badan 20 % dari berat badan baku untuk tingginya, belum tergolong penderita obesitas. Penentuan  obesitas secara alamia dilakukan dengan melihat perbandingan jumlah lemak dalam tubuh terhadap berat badan secara keseluruhan. Jumlah lemak tubuh sekitar 12 % dari jumlah berat badan total bagi seorang pria mudah masih dianggap normal, sedangkan bagi wanita jumlah lemak 26% dari berat badan totalnya juga masih dianggap normal.

Menentukan Obesitas pada Orang Dewasa.

Penentuan keadaan gizi pada orang dewasa umumnya menggunakan rumus “berat badan ideal” yaitu :

Berat Badan Ideal = [Tinggi Badan (cm) – 100] – 10%

 Jika berat badan seorang wanita lebih besar 10 – 20% dari berat badan idealnya, maka wanita itu disebut gemuk. Tetapi, jika berat badanya lebih dari 20% berat badan idealnya, maka ia disebut obesitas.

Tinggi dan berat badan wanita berbeda dengan tinggi dan berat badan pria. Sebab, ada perbedaan proporsi tubuh antara wanita dan pria. Perbedaan proprsi itu dapat dilihat dari bentuk tubuh, struktur jaringan tubuh, besarnya tubuh, dan fungsi faal tubuh. Jika obesitas didefinisikan sebagai terjadinya penumpukan lemak dalam tubuh, maka penggunaan berat badan saja sebagai indikar untuk menentukan obesitas tidaklah tepat. Hal itu disebabkan oleh berat badan tidak hanya menggambarkan kelebihan lemak dalam tubuh, tetapi juga jaringan tubuh yang lain. Atlet-atlet angkat besi, binaraga atau atlet yudo mempunyai struktur otot yang lebih besar.

Lebih dari setengah lemak tersimpan dibawah kulit dalam bentuk jaringan adiposa. Jaringan adiposa terdiri dari 80 – 85% lemak, 2% protein, dan 10% air. Jika jumlah lemak pada pria melebihi 20% berat badannya dan wanita melebihi 30% berat badannya, maka mereka sudah tergolong terlalu gemuk (obesitas).

Jumlah lemak dalam tubuh dapat diketahui dengan mengukur lapisan lemak dibawah kulit dengan menggunkan alat caliper pada empat tempat dibagian tubuh, yaitu : pada bisep (daerah lengan bawah), trisep (daerah lengan atas), dan sebskapular ( daerah bawah bahu), dan suprailiaka (daerah pinggang). Dari hasil pengukuran itu, didapatkan angka densitas (kepadatan) lemak dengan menggunakan Rumus Dannin dan Rahaman sebagai berikut :

Pria                 : Densitas Lemak       = 1,15810 – 0,0720 log E

Wanita            : Densitas Lemak       = 1,16610 – 0,0632 log E

E adalah jumlah hasil pengukuran lemak pada empat tempat tadi.

B. Obesitas Sebagai Masalah Kesehatan Masyarakat

Obesitas mungkin merupakan masalah yang paling banyak menarik perhatian masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya tempat-tempat yang dipromosikan sebagai pusat pelayanan untuk menurunkan berat badan dengan berbagai nama seperti Slimming Centre, Physical Fitness Centre dan sebaginya.

Obesitas sering dianggap sebagai penyakit yang khusus ditemukan pada orang-orang dalam usia pertengahan yaitu sekitar 40 tahun. Akan tetapi sebenarnya obesitas dapat diderita setiap orang tanpa melihat berapa usianya.

Pada kelompok masyarakat yang tingkat ekonominya tergolong rendah, memang jarang ditemukan obesitas pada kelompok usia muda seperti anak-anak atau remaja. Obesitas pada kelompok usia muda biasanya ditemukan pada para pengusaha yang berhasil dalam bisnisnya, ataupun pegawai negeri yang mendapat kedudukan baik dan berpenghasilan cukup, terutama istri-istri mereka. Perubahan dalam tata cara dan pola pemberian makanan kepada anak dapat juga merupakan salah satu penyebab obesitas pada anak yang disebut juvenile obesity.

Sungguhpun obesitas dapat terjadi pada golongan pria dan wanita, akan tetapi jumlah wanita yang menderita obesitas jauh lebih banyak. Wanita yang telah melahirkan anak cendrung untuk obes. Kenaikan berat badannya sebanayk 12,5 kg semasa hamil, sebagian besar dalam bentuk lemak tubuh, berfungsi sebagai cadangan selama masa menyusui. Jumlah kelebihan lemak itu akan semakin bertambah banyak dengan semakin seringnya wanita itu hamil.

Perkiraan bahwa obesitas adalah penyakit orang kaya tidaklah sepenuhnya benar. Suatu survei yang dilakukan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pada kelompok masyarakat yang berpenghasilan relatif rendah angka obesitas mencapai 30 %, sedangkan pada masyarakat menengah hanya 17 %, dan pada kelompok masyarakat yang tergolong kaya kejadian obesitas hanya 5 %. Akan tetapi tampaknya lebih tinggi tingkat kemakmuran masyarakat disuatu wilayah, maka obesitas semakin merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian. Keadaan itu dapat terjadi bukan bukan saja di kota, akan tetapi juga didaerah pedesaan sekalipun. Perubahan-perubahan dalam pola kehidupan lebih memegang peranan dalam keadaan obesitas.

DIETETIK BAGI OBESITAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s