ANAK STUNTING DI LIMAPULUH KOTA

Hari ini, penyebab anak-anak stunting ini adalah para ibu yang lebih memilih memberikan susu formula dibandingkan ASI. Hal ini  juga terjadi di daerah kita Sumatera Barat, khususnya Payakumbuh dan Limapuluh Kota. Jika berbagai mitos, persepsi dan kebiasaan yang salah ini bisa dibenahi, menurut kami, bisa meminimalisir jumlah anak stunting yang ada. Pemberian asupan makanan yang salah juga menjadi penyebab mengapa banyak anak di daerah kita yang mengalami stunting. Misalnya, Dari hasil survey awal yang dilakukan banyak ibu yang memberikan air putih dan air yang ditambahi gula. Padahal bayi yang berusia di bawah enam bulan harusnya hanya mendapatkan asupan ASI saja. “Bahkan yang terjadi malah 80 persen asupan yang diberikan ya hanya air itu saja dan kadang ditambah nasi atau pisang.

Anak-anak yang tinggi badannya di bawah rata-rata atau pendek (stunting), berpotensi mengalami berat badan berlebih atau obesitas. Selain itu potensi kecerdasan mereka juga bisa terganggu. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, tercatat sekitar 38 persen balita di Indonesia tergolong stunting. “Status stunting pada anak sebenarnya dapat dilihat dengan mengukur tinggi badan dan berat badan anak secara rutin kemudian dilihat grafiknya di KMS. Dengan demikian bisa dilakukan upaya perbaikan gizi,”Gambar

ANAK STUNTING DI LIMAPULUH KOTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s