Status Gizi dan Tumbuh Kembang Anak Prasekolah- Rince Alfia Fadri..Staf Pengajar Prodi Teknologi Pangan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Gizi, kesehatan, dan pendidikan bagi anak dalam proses tumbuhkembangnya merupakan kebutuhan dasar yang fundamental sifatnya untuk dipenuhi dalam meningkatkan kualitas perkembangan anak.Pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik, mental, sosial emosional dipengaruhi gizi, kesehatan, dan pendidikan (program perawatan anak yang dapat menciptakan pengaruh dan stimulasi intelektual dan interaksi kemanusian yang positif serta mampu memberikan aktivitas yang meningkatkan proses pembelajaran bagi anak-anak). Ini menjelaskan bahwa pemenuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan dalam proses tumbuh kembang anak sangat penting.
Pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan dalam proses tumbuh kembang anak telah banyak dibuktikan dalam berbagai penelitian, diantaranya penelitian longitudinal oleh Bloom mengenai kecerdasan yang menunjukkan bahwa kurun waktu 4 tahun pertama usia anak, perkembangan kognitifnya mencapai sekitar 50 persen, kurun waktu 8 tahun mencapai 80 persen, dan mencapai 100 persen setelah anak berusia 18 tahun. (Saidah, 2003).
Penelitian lainnya mengenai kecerdasan otak menunjukkan fakta bahwa untuk memaksimalkan kepandaian seorang anak, stimulasi harus diberikan sejak tiga tahun pertama dalam kehidupannya mengingat pada usia tersebut jumlah sel otak yang dipunyai dua kali lebih banyak dari sel-sel otak orang dewasa. (Oberlander, 2000)

Kajian neurologi lainnya menjelaskan bahwa pertumbuhan otak tidak disebabkan oleh bertambahnya jumlah sel saraf tetapi oleh tumbuhnya percabangan juluran. Bila otak diprogram (digunakan untuk belajar) cabang dan ranting juluran sel saraf tumbuh berkembang, menjalin hubungan yang semakin rimbun. Bila tidak digunakan maka cabang ini menyusut dan menghilang. Selanjutnya, pertumbuhan juluran ini juga memerlukan gizi yang baik. Karena itu, Pemrograman otak yang berarti pendidikan dan gizi yang baik berpengaruh membentuk dan menentukan tumbuhnya percabangan juluran otak yang bersangkutan. (Markam dkk., 2003)
Tentang pemberian gizi yang baik bagi anak, terutama pada kurun waktu 4 tahun pertama sangat penting karena pemberian gizi yang kurang baik sangat berisiko pada berbagai kondisi kesehatan, gangguan kemampuan belajar, gangguan perkembangan mental, dan perkembangan kapasitas intelektual yang sangat terbatas. (Malla, 2002)
Hasil-hasil penelitian luar dan dalam negeri juga menunjukkan adanya hubungan nyata antara keadaan gizi dan kecerdasan, bahkan penelitian terbaru di Pengalengan menunjukkan bahwa kurang gizi tingkat ringan saja sudah menyebabkan kemunduran kecerdasan, apalagi pada tingkat sedang dan berat. (Husaini, 2003)

Gizi, kesehatan, dan pendidikan merupakan hal yang dibutuhkan dalam semua fase kehidupan, namun fase kanak-kanak harus lebih diutamakan karena pada fase tersebut anak mengalami perkembangan yang luar biasa termasuk otaknya, terutama pada tiga tahun pertama kehidupan. (Falsafi, 2002)

Kajian dan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa usia balita dalam proses tumbuh kembang anak merupakan masa yang paling kritis karena perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Karena itu, stimulasi intelektual untuk mendukung perkembangan yang terjadi sangat fundamental sifatnya. Demikian halnya jika tidak tersedia zat gizi yang memadai dan derajat kesehatan yang tinggi maka kapasitas otak yang terbentuk tidak maksimum. (Jalal, 2002)

Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa dalam proses tumbuh kembang anak, pendidikan tidak memberikan arti apabila tidak dibarengi dengan pemberian gizi dan kesehatan yang memadai. Demikian pula sebaliknya, ini berarti ketiga kebutuhan tersebut merupakan satu kesatuan (compounding) dalam membentuk kualitas tumbuh kembang anak, sebagaimana pendapat Myers (Patmonodewo, 2002) bahwa “kebutuhan anak terhadap kesehatan, gizi, dan pendidikan tidak dapat dipisahkan satu sama lain (sinergetik)”. Dengan perkataan lain, tumbuh kembang anak tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi dan kesehatan saja tetapi juga dipengaruhi oleh seberapa besar peran keluarga terutama orangtua dalam mempengaruhi aspek kejiwaan anak.

Kiranya tidak terbantahkan bahwa orang yang paling dekat dengan anak adalah keluarga terutama orangtua. Namun, dalam kehidupan ini banyak ditemui keluarga yang tidak begitu ideal dalam arti tidak dapat menjalankan fungsi keluarga terutama dalam pengasuhan, perawatan, pendidikan maupun pemenuhan kebutuhan dasar anak lainnya, seperti makanan bergizi, imunisasi, dan perawatan kesehatan.

Kecenderungan berkurangnya fungsi keluarga mengisyaratkan bahwa terdapat anak yang belum sepenuhnya memperoleh pemenuhan kebutuhan secara utuh dari keluarganya. Padahal bagi anak, pemenuhan kebutuhan tersebut merupakan hal yang mutlak dan tidak dapat ditunda-tunda karena kesempatan tersebut datangnya hanya sekali. Kesempatan yang tidak dimanfaatkan dalam periode ini hilang begitu saja dan tidak dapat diraih kembali.

Pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan bagi anak dalam proses tumbuh kembangnya di satu sisi dan kecenderungan berkurangnya fungsi keluarga di lain sisi, memberikan peluang bagi berkembangnya lembaga yang menyelenggarakan layanan penitipan atau pengasuhan anak selama jangka waktu tertentu sebagai “keluarga pengganti” guna memberikan pemenuhan kebutuhan secara wajar kepada anak.

Pengasuhan yang baik sangat penting uintuk dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Pengasuhan anak dalam hal perilaku ayng dipraktekkan oleh pengasuh dalam pemberiaan makanan, pemeliharaan kesehatan, dan stimulasi mental serta dukungan emosional dan kasih sayang, akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan intelektual anak.

Dari hasil penelitian ini tergambar bahwa ada hubungan kuat  status gizi dan perkembangan anak . Status gizi yang kurang menyebabkan anak rendah diri, pemalu dan akhirnya akan mengalami kesulitan dalam kontak social dan akan mempengaruhi perkembangan mental, psikomotor dan perilaku anak.  Anak juga membutuhkan interaksi positif dengan orang tua. Anak yang mendapatkan stimulasi verbal dan dan dorongan kognitif menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan lebih cepat serta perkembangan mental dan psikomotor yang lebih cepat dari anak-anak yanbg tidak diberi stimulasi. .

Program bersama PMT yang dilaksanakan merupakan kombinasi dari perbaikan gizi, kesehatan dan stimulasi yang akan berdampak lebih nyata pada perkembangan anak  dibandingkan jika program yang berjalan sendiri-sendiri. Dengan program ini adanya kunjungan kerumah dan adanya stimulasi menyebabkan orang tua lebih memahami kebutuhan anak dan member makan anak sesuai dengan kebutuhan dan kecukupan yang dianjurkan. Terlebih orang tua akan memahami tentang kebutuhan tentang perkembangan kognitif anaknya agar anaknya lebih pintar. Anak dari orang tua yang dikunjungi  dan mendapat stimulasi lebih baik kognitifnya dibandingkan orang tua yang lalai dalam pengasuhan.

Selain gizi, pengasuhan merupakan factor yang sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan  anak balita atau prasekolah. Interaksi ibu dan anak sebagai suatu perilaku yang mengikat ibu dan anak secara timbal balik akan membentuk emotional bonding.

Di Indonesian umumnya pengasuhan anak masih dilakuakan secara tradisional, dimana dibedakan pengasuhan antara anak laki-laki dan perempuan. Pengasuhan secara gender ini tentu tidak terlepas dari nilai budaya dan nilai anak yang dianut orang tua.Nilai anak disini dilihat dari aspek niali ekonomi, social, emosi, dan religious.

Berdasarkan hasil penelitian ini menggambarkan bahwa tidak adanya perbedaan nilai anak atas perbedaan gender. Begitu juga pola pengasuhan orang tua antara ayah dan ibu yang saling mengisi satu sama lain. Walau kadang tidak dapat dipungkiri bahwa peranan ibu lebih ekspresif sedangkan ayah instrumental. Orang tua yang menerapkan konsep kesetaraan gender cenderung memiliki kualitas pengasuhan yang lebih tinggi dalam menstimulasi perkembangan anaknya.

Kualitas pengasuhan dipengaruhi oleh pendidikan ayah, pendapatan keluarga dan nilai anak berdasarkan gender. Ketiga factor ini memberikan pengaruh yang positif terhadap kualitas pengasuhan anak. Jadi dapat disimpulkan bahwa status gizi dan tumbuh kembang anak prasekolah dipengaruhi oleh banyak factor.

Status Gizi dan Tumbuh Kembang Anak Prasekolah- Rince Alfia Fadri..Staf Pengajar Prodi Teknologi Pangan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s