Pemberian PMT dan Stimulasi Mental Dalam Meningkatkan Status Gizi, Pola Asuh Lingkunagn dan Perkembangan Anak – Staf Pengajar Teknologi Pangan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Pemberian PMT dan Stimulasi Mental Dalam Meningkatkan Status Gizi, Pola Asuh Lingkunagn dan Perkembangan Anak

Pengasuhan yang baik sangat penting uintuk dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Pengasuhan anak dalam hal perilaku ayng dipraktekkan oleh pengasuh dalam pemberiaan makanan, pemeliharaan kesehatan, dan stimulasi mental serta dukungan emosional dan kasih sayang, akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan intelektual anak.

 Dari hasil penelitian ini tergambar bahwa ada hubungan kuat  status gizi dan perkembangan anak . Status gizi yang kurang menyebabkan anak rendah diri, pemalu dan akhirnya akan mengalami kesulitan dalam kontak social dan akan mempengaruhi perkembangan mental, psikomotor dan perilaku anak.  Anak juga membutuhkan interaksi positif dengan orang tua. Anak yang mendapatkan stimulasi verbal dan dan dorongan kognitif menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan lebih cepat serta perkembangan mental dan psikomotor yang lebih cepat dari anak-anak yanbg tidak diberi stimulasi. .

Program bersama PMT yang dilaksanakan merupakan kombinasi dari perbaikan gizi, kesehatan dan stimulasi yang akan berdampak lebih nyata pada perkembangan anak  dibandingkan jika program yang berjalan sendiri-sendiri. Dengan program ini adanya kunjungan kerumah dan adanya stimulasi menyebabkan orang tua lebih memahami kebutuhan anak dan member makan anak sesuai dengan kebutuhan dan kecukupan yang dianjurkan. Terlebih orang tua akan memahami tentang kebutuhan tentang perkembangan kognitif anaknya agar anaknya lebih pintar. Anak dari orang tua yang dikunjungi  dan mendapat stimulasi lebih baik kognitifnya dibandingkan orang tua yang lalai dalam pengasuhan.

 

Nilai Anak Dan Pengasuhan Berdasarkan Gender Pada Anak Usia 2-3 tahun

Selain gizi, pengasuhan merupakan factor yang sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan  anak balita atau prasekolah. Interaksi ibu dan anak sebagai suatu perilaku yang mengikat ibu dan anak secara timbal balik akan membentuk emotional bonding.

Di Indonesian umumnya pengasuhan anak masih dilakuakan secara tradisional, diamana dibedakan pengasuhan antara anak laki0laki dan perempuan. Pengasuhan secara gender ini tentu tidak terlepas dari nilai budaya dan nilai anak yang dianut orang tua.Nilai anak disini dilihat dari aspek niali ekonomi, social, emosi, dan religious.

Berdasarkan hasil penelitian ini menggambarkan bahwa tidak adanya perbedaan nilai anak atas perbedaan gender. Begitu juga pola pengasuhan orang tua antara ayah dan ibu yang saling mengisi satu sama lain. Walau kadang tidak dapat dipungkiri bahwa peranan ibu lebih ekspresif sedangkan ayah instrumental. Orang tua yang menerapkan konsep kesetaraan gender cenderung memiliki kualitas pengasuhan yang lebih tinggi dalam menstimulasi perkembangan anaknya.

Kualitas pengasuhan dipengaruhi oleh pendidikan ayah, pendapatan keluarga dan nilai anak berdasarkan gender. Ketiga factor ini memberikan pengaruh yang positif terhadap kualitas pengasuhan anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pembantu Rumah Tangga(PRT) dalam Pengasuhan Anak Serta Hubungannya Denga n Status Gizi dan Perkembangan Anak Usia 2-5 tahun.

Rendahnya tingkat pendidikan Pembantu Rumah Tangga (PRT) seringkali menjadi kendala pengasuhan anak. Ini dapat dimaklumi karena kebanyakan dari mereka jarang mengecap pendidikan yang agak tinggi dan juga mereka tidak pernah terpapar dengan pola pengasuhan tersebut pada masa kecilnya. Rendahnya pendidikan, minimnya gaji dan banyaknya tuntutan kerja yang diberikan pada PRT dapat mempengaruhio pola pengasuhan pada anak umur 2-5 tahun.

Berdasarkan hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kualitas pengasuhan PRT kecil peranannya dalam menentukan status gizi anak. Berarti peran dan kualitas dari pengasuhan orang tua lebih dominan dan lebih menentukan. Status gizi anak yang cukup baik tersebut diduga karena tingkat ekonomi yang baik dan pendidikan orang tua yang cukup tinggi. Dengan factor pendidikan dan pendapatan yang cukup berpengaruh pada kemampuan ibu dalam menentukan, memilih dan memutuskan untuk membeli pangan yang bergizi, beragam serta cukup jumlahnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sebagian besar anak berkembang dengan normal. Perkembangan anak yang kurang atau terlambat umumnya diasuh oleh PRT dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan pengasuhan yang rendah. Sementara anak yang perkembangannya normal diasuh oleh PRT dengan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan  yang tinggi. Namun secara statistic tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan PRT tentang pengasuhan dengan perkembangan anak.  

 

 

Pemberian PMT dan Stimulasi Mental Dalam Meningkatkan Status Gizi, Pola Asuh Lingkunagn dan Perkembangan Anak – Staf Pengajar Teknologi Pangan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s