Vitamin Larut Air

Sebagian besar vitamin larut air merupakan komponen system enzim yang banyak terlibat dalam membantu metabolism energy. Vitamin larut air biasanya tidak disimpan di dalam tubuh dan dikeluarkan melalui urin dalam jumlah kecil. Oleh karena itu vitamin larut air perlu dikonsumsi setiap hari untuk mencegah kekurangan yang dapat mengganggu fungsi tubuh normal.   

Vitamin larut air ini terdiri dari vitamin B dan vitamin C. Kedua vitamin ini diberi nama berdasarkan label dari tabung-tabung percobaan pada saat vitamin tersebut ditemukan. Selanjutnya diketahui bahwa tabung percobaan dengan vitamin B ternyata mengandung lebih dari satu vitamin, yang kemudian diberi nama B1, B2 dst. Kedelapan vitamin B berperan penting dalam membantu enzim untuk metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, dan dalam pembuatan DNA dan sel-sel baru. Fungsinya terkait dalam proses metabolism sel hidup, baik pada tumbuh-tumbuhan maupun hewan sebagai koenzim dan kofaktor. Nama lain yang sering digunakan untuk vitamin B seperti terlihat pada tabel dibawah.

Nama standar

Nama lain yang umum digunakan

Thiamin

Vitamin B1

Riboflavin

Vitamin B2

Niacin

Asam nikotinat, nicotinamida, niasinamida, vitamin B3

Vitamin B6

Piridoksin, piridoksal, piridoksamin

Folat

Folasin, asam folat, asam pteroilglutamat, vitamin B9

Vitamin B12

Kobalamin

Asam pantotenat

Vitamin B5

Biotin

Vitamin B8

 

 

 

 

Fungsi Vitamin B

Umumnya vitamin B berfungsi sebagai koenzim, yaitu membantu enzim untuk melepaskan energi dari karbohidrat lemak dan protein. Dalam metabolisme karbohidrat, khususnya oksidasiglukosa

Macam Vitamin B

Thiamin (Vitamin B1)

Thiamin dalam bentuk Koenzim Tiamin Pirofosfat (TPP) atau trifosfat (TTP) memegang peranan esensial dalam transformasi energy, konduksi membrane dan saraf serta dalam sintesis pentose dan bentuk koenzim tereduksi dari niasin.

Sejarah

Pada abad ke-19 ditemukan beri-beri secara epidemis di Jepang, Cina dan Asia Tenggara. Takaki (1906) menunjukkan bahwa penyakit ini pada pelaut Jepang dapat dikurangi dengan menggantikan sebagian dari nasi putih yang dimakan, dengan roti yang terbuat dari gandum. Eykman (1897) di jakarta (waktu itu Batavia) mengamati bahwa ayam yang makan sisa-sisa nasi putih dari penjara mengalami kelemahan berat. Funk (1911) kemudian berhasil mengisolasi factor anti beri-beri dari dedak beras dan menamakannnhya vitamine. Jansen dan Donad (1926) dilaboratorium eykman berhasil mengisolasi bentuk kristal tiamin dan melakukan ujicoba pada burung-burung. Struktur kimia dan sintesis tiamin untuk pertama kali berhasil dilakukan oleh Williams dan Cline tahun 1936.

Sifat Kimia

Istilah tiamin menyatakan bahwa zat ini mengandung sulfur (tio) dan nitrogen (amine). Molekul tiamin terdiri atas cincin pirimidin yang terikat dengan cincin tiasol . Tiamin merupakan Kristal putih kekuningan yang larut dalam air. Dalam keadaan kering vitamin B1 cukup stabil. Didalam keadaan larut vitamin B1 hanya tahan panas bila dalam keadaan asam. Dlam suasana alkali vitamin B1 mudah ruak oleh panas atau oksidasi. Kehilangan tiamin oleh pemasakan tergantung pada lama dimasak, pH, suhu, jumlah air yang digunakan dan dibuang. Tiamin tahan suhu beku. Tiamin secara komersial didapat sebagai tiamin hidro klorida yang lebih stabil dan aktif secara biologic. Nama lain untuk tiamin adalah aneurin atau factor aneutitik.

Absorpsi, Sintesis dan Panyimpanan

Tiamin diabsorpsi secara aktif terutama di duodenum bagian atas yang bersuasana asam, dengan bantuan adenine trifosfatase (ATPase) yang tergantung pada natrium. Tiamin yang dikonsumsi melebihi 5 mg/hari sebagian akan diabsorpsi secara pasif/ Absorpsi aktif dihambat oleh alcohol. Setelah diabsorpsi, kurang lebih 30 mg tiamin mengalami fosforilasi dan disimpan sebagai tiamin Pirofosfat (TPP) di dalam jantung, otak, dan jaringan otot.

Tubuh manusia mengandung 30-70 mg tiamin, 80% dalam bentuk TPP. Ssssparo dari tiamin terdapat da dalam otot, selebihnya didalam jaringan hati, jantung, ginjal dan otak. Tiamin berada dalam sirkulasi darah dalam jumlah kecil dalam bentuk bebas. Eksresi dilakukan melalui urin dalam bentuk utuh dan sebagian kecil dalam bentuk metabolit, terutama tiamin difosfat dan disulfit. Eksresi tiamin melalui urin menurun dengan cepat pada kekurangan tiamin. Tiamin dapat disintesis oleh mikroorganisme dalam saluran cerna manusia dan hewan, tetapi yang dapat dmanfaatkan tubuh sangat kecil.

 

Kebutuhan

RDA untuk thiamin adalah 0,5 mg/1000 kkal perhari. Diperkirakan konsumsi rata-rata makanan per hari sekitar 2000 kkal/orang, jadi RDA untuk thiamin sekitar 1 mg perhari. Makanan yang seimbang akan memberikan cukup thiamin. Orang yang berpuasa atau melakukan diet harus memastikan bahwa mereka mendapat sejumlah thiamin yang sama seperti dalam 2000 kkalori makanan.

Sumber-sumber utama

Daging babi merupakan sumber yang sangat baik untuk thiamin, sama seperti ragi, hati, biji bunga matahari, sejumlah padi, biji-bijian, kacang polong, semangka, tiram, oatmeal dan tepung terigu.

Fungsi

Dalam bentuk tiamin pirofosfat (TPP) dan tiamin difosfat (TDP) berfungsi sebagai koenzim penting dalam reaksi dekarboksilasi oksidatif asam piruvat untuk menghasilkan energi dari pangan. Sedangkan pada jalur pentosa, TPP berfungsi sebagai koenzim transketolasi. Sistem syaraf dan otot tergantung pada thiamin.

Gejala kekurangan

Beri-beri dapat terjadi karena kekurangan thiamin dalam jangka panjang. Penyakit ini ditemukan pertama kali di Timur Jauh saat pembuatan beras ‘poles’ (polish rice) tersebar luas. Beras yang dipoles mengakibatkan pembuangan kulit yang kaya akan thiamin. Beri-beri dapat merusak sistem syaraf dan keracunan otot. Gejala kekurangan yang lain adalah irama jantung yang tidak normal, gagal jantung, kelelahan, susah berjalan, kebingungan dan kelumpuhan.

Keracunan

Pemakaian thiamin yang melebihi normal mempengaruhi sistem syaraf. Hal ini karena reaksi hipersensitif yang dapat berpengaruh pada kelelahan, sakit kepala, sifat lekas marah dan susah tidur. Sistem darah dapat terpengaruh, karena denyut nadi menjadi cepat.

Riboflavin (Vitamin B2)

Riboflavin terutama berfungsi sebagai komponen koenzim Flavin Adenin Dinukleotida (FAD) dan flavin adenin mononukleotida (FMN). Kedua enzim flavoprotein terlibat dalam reaksi oksidasi-reduksi berbagai jalur metabolisme energi dan mempengaruhi respirasi sel.

Sejarah

Riboflavin ditemukan sebagai pigmen kuniong kehijauan yang bersifat flouresen (mengeluarkan cahaya) dalam susu pada tahun 1879 dan fungsi biologiknya baru dtemukan pada tahun 1932. Vitamin ini disintesis pada tahun 1935 dan dinamakan Riboflavin.

Kebutuhan

RDA untuk riboflavin adalah 0,6 mg/1000 kkal perhari. Jadi sekitar 1,2 mg perhari untuk 2000 kkal diet. Anak-anak dan wanita hamil membutuhkan tambahan riboflavin karena vitamin ini penting untuk pertumbuhan.

Sumber-sumber utama

Susu dan produk-produk susu, misalnya keju, merupakan sumber yang baik untuk riboflavin. Untuk itu ketersediaannya dalam makanan sehari-hari sangat penting. Hampir semua sayuran hijau dan biji-bijian mengandung riboflavin; brokoli, jamur dan bayam merupakan sumber yang baik.

Fungsi

Seperti halnya thiamin, riboflavin berfungsi sebagai koenzim. Riboflavin membantu enzim untuk menghasilkan energi dari nutrisi penting untuk tubuh manusia. Riboflavin berperan pada tahap akhir dari metabolisme energi nutrisi tersebut.

Absorpsi, Transportasi dan Eksresi

Riboflavin dibebaskan dari ikatan-ikatan protein sebagai FAD dan FMN di dalam lambung yang bernuansa asam. FAD dan FMN kemudian di dalam usus halus dihidrolisis oleh enzim-enzim pirofosfatase dan fosfatase menjadi riboflavin bebas. Riboflavin diabsorpsi di bagian atas usus halus secara aktif oleh proses yang membutuhkan natrium untuk kemudian mengalami fosforilasi hingga menjadi FMN dai dalam mukosa usus halus.

Riboflavin dan FMN dalam aliran darah sebagian besar terikat pada albumin dan sebagian kecil pada imunoglobulin G. Riboflavin dan metabolitnya terutama disimpan di dalam hati, jantung dan ginjal. Simpanan riboflavin terutama dalam bentuk FAD yang mewakili 70-90% vitamin tersebut. Konsentrasinya lima kali FMN dan lima puluh kali riboflavin. Sebanyak 200 µg riboflavin ddan metabolitnya dikeluarkan melalui urin setiap hari. Jumlahnya tergantung pada konsumsi dan kebutuhan jaringan. Simpanan riboflavin dalam tubuh tidak seberapa, oleh karena itu harus tiap hari diperoleh dari makanan dalam jumlah cukup.

Gejala kekurangan

Tidak ada penyakit yang berhubungan dengan kekurangan riboflavin. Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan gejala seperti iritasi, kulit merah dan keretakan kulit dekat dengan sudut mata dan bibir seperti halnya sensitivitas yang berlebihan terhadap sinar (photophobia) . Hal ini dapat juga menyebabkan keretakan pada sudut mulut (cheilosis).

Keracunan

Belum diketahui gejala keracunan akibat riboflavin

Apakah anda tahu?

Sinar dan iradiasi dapat merusak riboflavin. Hal inilah yang meyebabkan susu jarang dijual dalam gelas transparan. Di sisi lain, riboflavin stabil terhadap panas, sehingga pemanasan tidak akan merusaknya. Vitamin ini juga digunakan sebagai food additive, E101.

Niacin (vitamin B3)

Kebutuhan

RDA untuk niacin adalah 6,6 mg NE (niacin equivalents)/ 1000 kkal, atau 13 mg perhari. NE merupakan jumlah niasin yang diperoleh dalam makanan, termasuk niacin yang secara teori dibuat dari prekusor asam amino triptophan. 60 mg triptophan dapat menghasilkan 1 mg niacin.

Sumber utama

Daging, unggas (ayam, itik dll) dan ikan merupakan sumber utama niasin, sama halnya roti dan sereal (biji-bijian) yang telah diperkaya. Jamur, asparagus dan sayuran hijau merupakan sumber yang paling baik.

Fungsi

Dua koenzim yang dibentuk oleh niacin, NAD dan NADP dibutuhkan untuk beberapa aktivitas metabolis, terutama metabolisme glukosa, lemak dan alkohol. Niasin memiliki keunikan diantara vitamin B karena tubuh dapat membentuknya dari asam amino triptophan. Niasin membantu kesehatan kulit, sistem syaraf dan sistem pencernaan.

Absorpsi dan Simpanan

Di dalam usus halus niasin dihidrolisis dan diabsorpsi sebagai asam nikotinat, nikotinamida dan nikotinamida mononukleotida(NMN). Kelebihan niasin dibuang melalui urin.

Gejala kekurangan

Pellagra (penyakit kekurangan niacin), menunjukkan gejala seperti dermatitis, diare dan dementia . Hal ini meluas di bagian selatan US pada awal 1900. Gejala kekurangan niacin lainnya adalah kehilangan nafsu makan, lemah, pusing dan kebingungan mental. Kulit dapat menunjukkan gejala dermatitis simetrik bilateral, khususnya pada daerah yang terkena sinar matahari langsung.

Keracunan

Niasin dalam jumlah yang besar dapat menjadi racun pada sistem syaraf, lemak darah dan gula darah. Gejala – gejala seperti muntah, lidah membengkak dan pingsan dapat terjadi. Lebih lanjut, hal ini dapat berpengaruh pada fungsi hati dan dapat mengakibatkan tekanan darah rendah.

Vitamin B6 (Piridoksin, piridoksal, piridoksamin)

Sejarah

Pada tahun 1934, Gyorgy mengidentifikasi dan memisahkan vitamin B6 yang dapat menyembuhkan dermatitis bersisik pada tikus percobaan. Struktur kimia dan sintesis vitamin B6 atau piridoksin ditetapkan pada tahun 19139. Bentuk lain berupa piridoksamin serta bentuk aktifnya sebagai piridoksal fosfat ditetapkan pada tahun 1942.

Sifat Kimia dan Stabilitas

Piridoksin merupakan kristal putih tidak berbau, larut air dan alkohol. Piridoksin tahan panas dalam keadaan asam, tidak begitu stabil dalam larutan alkali dan tidak tahan cahaya. Kehilangan pada suhu beku sebanyak 36-55%.

Kebutuhan

Koenzim vitamin B6 berperan penting dalam metabolisme asam amino, sehingga konsumsi sehari-hari harus sebanding dengan konsumsi protein, karena protein dibuat dari asam amino. RDA untuk vitamin B6 adalah 0,16 mg/g protein. Rata-rata konsumsi adalah 2 mg/hari untuk pria dan 1,6 mg/hari untuk wanita.

 

Sumber utama

Daging, ikan dan unggas (itik, ayam dll) merupakan sumber utama vitamin B6. Sumber yang lain adalah kentang, beberapa sayuran hijau dan buah berwarna ungu.

Fungsi

Vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino dan asam lemak. Vitamin B6 membantu tubuh untuk mensintesis asam amino nonesensial. Selain itu juga berperan dalam produksi sel darah merah.

Gejala kekurangan

Orang yang mempunyai kadar vitamin B6 rendah, menunjukkan gejala seperti lemah, sifat lekas marah dan susah tidur. Selanjutnya gejala kegagalan pertumbuhan, kerusakan fungsi motorik dan sawan.

Absorpsi, Transportasi dan Eksresi

Sebelum diabsorpsi, vitamin B6 di dalam makanan yang terutama terdapat dalam bentuk fosforilasi, dihidrolisis oleh enzim fosfatase di dalam usus halus. Di dalam hati, ginjal dan otak vitamin B6 difosforilasi kembali untuk kemudian diubah menjadi bentuk PLP oleh enzim oksidase. Fosforilasis dan perubahan oksidatif vitamin B6 juga dapat terjadi di dalam sel darah dimana PLP terikat pada hemoglobin. Sebanyak 50% jumlah vityamin B6 dalam tubuh disimpan dalam otot. PLP di dalam hati diikat oleh apoenzim dan beredar di dalam darah dalam keadaan terikat dengan albumin. PLP yang tidak terikat diubah menjadi asam piridoksat oleh enzim oksidase di dalam hati dan ginjal, yaitu m,etabolit utama yang dikeluarkan melalui urin.

Keracunan

Dosis tinggi vitamin B6 dalam waktu yang lama menyebabkan kerusakan syaraf, yang kadang-kadang tidak dapat diperbaiki. Hal ini dimulai dengan mati rasa pada kaki; selanjutnya, perasaan hilang pada tangan dan mulut yang mungkin menjadi mati rasa. Kemudian gejala keracunan adalah kesulitan berjalan, kelelahan dan sakit kepala. Ketika konsumsi dikurangi, gejala-gejala ini berkurang, tetapi tidak selalu hilang sepenuhnya.

Folat (folasin, asam folat, asam pteroilglutamat)

Sejarah

L. Wills seorang dokter dari Inggris pada tahun 1930-an meneliti penyebab anemia makrositik diantara pekerja tekstil wanita di bombay. Anemia ini dihubungkan dengan kemiskinan dan makanan yang kurang dalam protein hewani dan sayuran. Anemia ini pada tikus dan monyet dapat disembuhkan dengan khamir dan ekstrak hati. Dicobakan pada pasien anemia bahan-bahan ini ternyata juga dapat menyembuhkan. Setelah asam folat dapat disintesis pada tahun 1946 ternyata vitamin ini dapat menyembuhkan anemia makrositik yang banyak terdapat pada masyarakat miskin.

Kebutuhan

RDA untuk folat adalah sekitar 3 mg/kg berat badan. Untuk pria, konsumsi harian sebaiknya sekitar 200 mg perhari dan untuk wanita sekitar 180 mg perhari. Peningkatan konsumsi folat direkomendasikan selama hamil dan pada saat pertumbuhan sel. Kekurangan asam folat dapat disebabkan tidak hanya oleh konsumsi yang rendah, tetapi juga oleh berkurangnya penyerapan atau kebutuhan metabolik yang tidak biasa untuk vitamin. Orang yang mengkonsumsi banyak alkohol atau banyak mengkonsumsi makanan yang tidak berkalori juga mudah kekurangan folat. Selain itu, pada kondisi yang berhubungan dengan pertumbuhan sel, seperti kehamilan, kanker atau penyakit kerusakan kulit, seperti measles , meningkatkan kebutuhan akan folat.

Sumber utama

Sumber terbaik untuk folat adalah sayur-sayuran, khususnya sayuran berdaun hijau. Hati juga mengandung banyak folat. Daging, susu dan produk-produk susu mengandung sedikit folat.

 

Fungsi

Folat merupakan bagian dari dua koenzim yang penting dalam sintesa sel-sel baru.

Gejala kekurangan

Kekurangan folat dapat menyebabkan kekurangan darah. Gejalanya bisa meluas, seperti sel-sel darah merah tidak matang, yang menunjukkan sintesa DNA yang lambat. Hal ini disebabkan tidak hanya oleh kekurangan folat tetapi juga oleh kekurangan vitamin B12. Gejala lain dari kekurangan folat adalah rasa panas pada jantung (heartburn), diare dan sring terkena infeksi karena penekanan pada sistem kekebalan. Hal ini mempengaruhi sistem syaraf, menyebabkan depresi, kebingungan mental, kelelahan dan pingsan.

Absorpsi, Metabolisme dan Simpanan

Folat dalam makanan terdapat sebagai poliglutamat yang terlebih dahulu haeus dihidrolisis menjadi bentuik monoglutamat di dalam mukosa usus halus. Pencernaan ini dilakukan oleh enzim hidrolase, terutama conjugase pada mukosa bagian atas usus halus. Hidrolisis poliglutamat folat dibantu oleh seng.

Setelah dihidrolisis, monoglutamat folat diikat oleh reseptor folat khusus pada mikrovili dinding usus halus yang kemungkinan juga merupakan alat angkut vitamin tersebut. Folat dalam sel kemudian diubah menjadi 5-metil-tetrahidrofosfat (5-metil-H4 folat) dan dibawa kehati melalui sirkulasi darah portal untuk disimpan. Jumlah simapanan folat didalam tubuh orang dewasa sehat ditaksir sebanyak 7,5 mg. Hati merupakan tempat simpanan utama folat. Di dalam hati, 5-metil-tetrahidrofolat diubah menjadi asam tetrahidrofolat (THFA) dan gugus metil disumbangkan ke metionin. Tetrahidrofolat kemudian bereaksi dengan enzim poliglutamat sintase untuk membentuk kembali poliglutamat folat yang kemudian berikatan dengan bermacam enzim dan melakukan sebagian besar fungsi metabolik vitamin tersebut. Folat yang dihidrolisis meninggalkan hati dan bersirkulasi da dalam plasma dan empedu sebagai poliglutamat di dalam poll/ simpanan sel darah merah. Folat dikeluarkan melalui feses dan urin hampir sama dengan jumlah yang terdapat dalam simpanan tubuh, yang umurnya kurang lebih 100 hari. Persediaan folat habis dalam waktu 20 minggu.

Keracunan

Gejala keracunan adalah diare, susah tidur dan sifat mudah marah. Folat dengan dosis tinggi dapat menutupi kekurangan vitamn B12, karena kedua vitamin ini berhubungan.

Vitamin B12 (Kobalamin)

Kebutuhan

RDA untuk vitamin B12 adalah sekitar 2 mikro-gram perhari.

Sumber utama

Vitamin B12 hanya ditemukan di dalam daging hewan dan produk-produk hewani. Orang yang hanya makan sayuran (vegetarian) dapat melindungi diri sendiri melawan defisiensi (kekurangan) dengan menambah konsumsi susu, keju dan telur. Hal ini berarti sekitar satu cangkir susu atau satu butir telur untuk satu harinya. Untuk seorang vegetarian yang tidak memakan semua produk dari hewan dapat memperoleh sumber vitamin B12 dari susu kedelai atau ragi yang sudah ditumbuhkan dalam lingkungan yang kaya akan vitamin B12.

Fungsi

Vitamin B12 berperan penting pada saat pembelahan sel yang berlangsung dengan cepat. Vitamin B12 juga memelihara lapisan yang mengelilingi dan melindungi serat syaraf dan mendorong pertumbuhan normalnya. Selain itu juga berperan dalam aktifitas dan metabolisme sel-sel tulang. Vitamin B12 juga dibutuhkan untuk melepaskan folat, sehingga dapat membantu pembentukan sel-sel darah merah.

Gejala kekurangan

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia), yang sebenarnya disebabkan oleh kekurangan folat. Tanpa vitamin B12, folat tidak dapat berperan dalam pembentukan sel-sel darah merah. Gejala kekurangan lainnya adalah sel-sel darah merah menjadi belum matang (immature), yang menunjukkan sintesis DNA yang lambat. Kekurangan vitamin B12 dapat juga mempengaruhi sistem syaraf, berperan pada regenerasi syaraf peripheral, mendorong kelumpuhan. Selain itu juga dapat menyebabkan hipersensitif pada kulit.

Absorpsi, transportasi dan Penyimpanan

Dalam keadaan normal sebanyak kurang lebih 70% vitamin B12 yang dikonsumsi dapat diabsorpsi. Angka ini menurun hingga 10% pada konsumsi melebihi lima kali AKG. Dalam lambung kobalamin dibebaskan dari ikatannya dengan protein oleh cairan lambung dan pepsin, kemudian segera diikat oleh protein-protein khusus (faktor R/rapid electrophoretic mobility) dalam lambung. Vitamin B12 dilepas dari faktor R di dalam duodenum yang bersuasana alkali, oleh enzim-enzim protease pankreas terutama tripsin untuk segera diikat oleh faktor intrinsik (IF). Kompleks vitamin B12-IF ini kemudian diikat oleh resptor khusus pada membran mikrovili ileum usus halus dan diabsorpsi. Di dalam sel mukosa usus halus Vitamin B12 dilepas dan dipindahkan ke protein lain (transkobalamin II atau TC-2) untuk kemudian dibawa ke hati.

Proses absorpsi, dimulai dari konsumsi ke penampilan vitamin B12 dalam vena porta memakan waktu 8-12 jam. Vitamin B12 yang gterikat pada TC-2 kemudian dibawa ke jaringan-jaringan tubuh oleh reseptor-reseptor khusus.

Lebih 95%dari vitamin B12 di dalam sel berada dalam keadan terikat pada enzim metionin sintetase yang ada dalam sitoplasma sel atau pada enzim metilmalonil-KoA mutase yang terdapat dalam mitokondria sel. Persediaan vitamin B12 dalam tubuh adalah 2-3 mg dan sebanyak 1,2-1,3 µg sehari dieksresi melalui feses dan urin. Tubuh hemat dalam penggunaan vitamin B12. Vitamin B12 yang terdapat di dalam cairan empedu dan sekresi saluran cerna lain disalurkan kembali melalui sirkulasi entero hepatik. Dengan demikian, simpanan vitamin B12 dapat bertahan hingga sepuluh tahun.

Keracunan

Tidak ada gejala keracunan yang berhubungan dengan vitamin B12

 

Asam pantotenat

Kebutuhan

Tidak ada RDA untuk asam pantotenat. Diperkirakan konsumsi yang aman dan cukup adalah antara 4 sampai 7 mg perhari .

Sumber utama

Asam pantotenat umumnya ada dalam sebagian besar makanan. Daging, ikan, unggas (ayam, itik dll), semua biji-bijian dan sayuran merupakan sumber utama.

Fungsi

Asam pantotenat berperan dalam metabolisme sebagai bagian dari koenzim A. Koenzim ini berperan untuk membawa molekul dalam proses pemecahan glukosa, asam lemak dan metabolisme energi.

Gejala kekurangan

Gejala kekurangan jarang terjadi, tapi dapat menyebabkan muntah, sulit tidur dan kelelahan.

Keracunan

Gejala keracunan kadang-kadang menyebabkan diare dan perut kembung.

Biotin (Vitamin B8)

Kebutuhan

Biotin dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, jadi tidak ada nilai RDA. Perkiraan aman dan cukup yang dapat dikonsumsi dalam makanan sehari-hari antara 30-100 mikro-gram perhari.

 

Sumber-sumber utama

Biotin ditemukan dalam sejumlah besar makanan. Umumnya defisiensi tidak terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi berbagai makanan.

Fungsi

Dibandingkan dengan berbagai vitamin B yang lain, sedikit sekali yang diketahui tentang fungsi biotin seperti yang ditemukan baru-baru ini. Biotin memainkan peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Gejala kekurangan

Kekurangan biotin jarang terjadi, tetapi dapat muncul pada pasien rumah sakit yang menggunakan infus. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, mual, depresi, kelemahan dan kelelahan. Dosis tambahan biotin diberikan pada pasien untuk mencegah defisiensi.

Keracunan

Keracunan biotin tidak biasa terjadi.

Vitamin C

Sejarah

Penyakit scurvy telah dikenal sejak abad ke-15, yaitu penyakit yang banyak diderita oleh pelaut yang berlayar selama berbulan-bulan serta bertahan dengan makanan yang dikeringkan dan biskuit.Penyakit ini menyebabkan pucat, rasa lelah berkepanjangan diikuti oleh perdarahan gusi, perdarahan di bawah kulit, edema, tukak, dan pada akhirnya kematian.

Pada tahun 1750, Lind seorang dokter dari Skotlandia menemukan bahwa scurvy dapat dicegah dan diobati denagan memakan jeruk. Baru pada tahun 1932 SzenGyorgyi dan C. Glenn King berhasil mengisolasi zat antiskorbut dari jaringan adrenal, jeruk, dan kol yang dinamakan vitamin C. Zat ini kemudian berhasil disintesis pada tahun 1933 oleh Haworth dan Hirs sebagai asam askorbat.

Kebutuhan

RDA untuk vitamin C adalah 60 mg/hari, tapi hal ini bervariasi pada setiap individu. Stres fisik seperti luka bakar, infeksi, keracunan logam berat, rokok, penggunaan terus-menerus obat-obatan tertentu (termasuk aspirin, obat tidur) meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin C. Perokok membutuhkan vitamin C sekitar 100 mg/hari

Sumber-sumber utama

Jeruk merupakan sumber utama vitamin C. Brokoli, sayuran berwarna hijau, kol (kobis), melon dan strawberi mengandung vitamin C bermutu tinggi.

Fungsi

Vitamin C mempunyai banyak fungsi. Vitamin C berperan membantu spesifik enzim dalam melakukan fungsinya. Vitamin C juga bekerja sebagai antioksidan. Perusahaan kadang–kadang menambahkan vitamin C pada produk makanannya untuk menjaga kandungan bahan tertentu. Vitamin C juga penting untuk membentuk kolagen, serat, struktur protein. Kolagen dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi dan juga untuk membentuk jaringan bekas luka. Vitamin C juga meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi dan membantu tubuh menyerap zat besi.

Gejala kekurangan

Gejala awal kekurangan vitamin C adalah pendarahan disekitar gigi dan merusak pembuluh darah di bawah kulit, menghasilkan pinpoint haemorrhages . Kekurangan banyak vitamin C berakibat pada sistem syaraf dan ketegangan otot. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otot seperti juga rasa nyeri, gangguan syaraf dan depresi. Gejala selanjutnya adalah anemia, sering terkena infeksi, kulit kasar dan kegagalan dalam menyembuhkan luka. Ketika seseorang mengkonsumsi sejumlah besar vitamin C dalam bentuk suplemen dalam jangka panjang, tubuh menyesuaikannya dengan menghancurkan dan mengeluarkan kelebihan vitamin C dari pada biasanya. Jika konsumsi kemudian secara tiba-tiba dikurangi, tubuh tidak akan menghentikan proses ini, sehingga menyebabkan penyakit kudisan.

Metabolisme

Vitamin C mudah diabsorpsi secara aktif dan mungkin pula secara difusi pada bagian atas usus halus lalu masuk ke peredaran darah melalui vena porta. Rata-rata absorpsi adalah 90% untuk konsumsi diantara 20 dan 120 mg sehari. Konsumsi tinggi sampai 12 gram (sebagai pil) hanya diabsorpsi sebanyak 16%. Vitamin C kemudian dibawa kesemua jaringan. Konsentrasi tertinggi adalah di dalam jaringan adrenal, pituitari, dan retina.

Tubuh dapat menyimpan hingga 1500 mg vitamin C bila konsumsi mencapai 100 mg sehari. Jumlah ini dapat mencegah terjadinya skorbut selama tiga bulan. Tanda-tanda skorbut akan terjadi bila persediaan tinggal 300 mg. Konsumsi melebihi taraf kejenuhan berbagai jaringan dikelurakan melalui urin dalam bentuk asam oksalat. Pada konsumsi melebihi 100 mg sehari kelebihan akan dikeluarkan sebagai asam askorbat atau sebagai karbon dioksida melalui pernafasan. Walaupun tubuh mengandung sedikit vitamin C, sebagian akan tetap dikeluarkan. Makanan yang tinggi dalam seng atau pektin dapat mengurangi absoprsi sedangkan zat-zat di dalam ekstrak jeruk dapat meningkatkan absorpsi.

Status vitamin C tubuh ditetapkan melalui tanda-tanda klinik dan pengukuran kadar vitamin C di dalam darah. Tanda-tanda klinik antara lain, perdarahan gusi, perdarahan kapiler di bawah kulit. Tanda dini kekurangan vitamin C dapat diketahui bila kadar vitamin C darah dibawah 0,20 mg/dl.

Keracunan

Gejala keracunan vitamin C adalah mual, kejang perut, diare, sakit kepala, kelelahan dan susah tidur. Hal ini juga dapat mengganggu tes medis, atau menyebabkan buang air kecil yang berlebihan dan membentuk batu ginjal.

 

 

Kesimpulan

 

Vitamin adalah zat-zat organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil dan pada umumnya tidak dapat dibentuk oleh tubuh. Oleh karena itu harus didatangkan dari makanan. Vitamin termasuk kelompok zat pengatur pertumbuhan dan pemeliharaan kehidupan. Tiap vitamin mempunyai tugas spesifik didalam tubuh. Karena vitamin adalah zat organik maka vitamin dapat rusak karena penyimpanan dan pengolahan.

 

Tidak semua vitamin sudah diketahui fungsinya dalam proses metabolisme. Vitamin yang tergolong dalam kelompok B ( B-group) pada umumnya merupakan koenzim atau bagian penting dari koenzim, sehingga bertanggungjawab atas reaksi biokimiawi spesifik dalam proses metabolisme.

 

Vitamin berperan dalam proses pengaturan proses biokimia, pemeliharaan tubuh dan pertumbuhan. Umumnya vitamin B berfungsi sebagai koenzim, yaitu membantu enzim untuk melepaskan energi dari karbohidrat lemak dan protein. Dalam metabolisme karbohidrat, khususnya oksidasiglukosa, tiamin (viatamin B1) dalam bentik tiamin pirofosfat (TPP) dan tiamin difosfat (TDP) berfungsi sebagai koenzim penting dalam reaksi dekarboksilasi oksidatif asam piruvat untuk menghasilkan energi dari pangan. Sedangkan pada jalur pentosa, TPP berfungsi sebagai koenzim transketolasi.

 

Seperti halnya tiamin, riboflafin (vitamin B2), berfungsi juga sebagai koenzim. Dalam pertumbuhan, ribovalin mononukleotida (FMN) dan flavin dinukleotida (FAD) sebagai koenzim pada reaksi oksidasi-reduksi dalam sistem pemindahan elektron, serta sebagai koenzim dehidrogenase pada oksidasi glukosa dan lemak. Dalam pertumbuhan, riboflavin juga berperan sebagai koenzim flavokinase yang terlibat dalam sitesis DNA. Vitamin B6 berfungsi sebagai koenzim (piridoksal fosfat), dalam reaksi metabolisme asam amino meliputi transaminase, dekarboksilasi. Dan raseminasi.

 

Asam folat atau folasin berfungsi dalam proses metabolik dan pembentukan sel darah merah yang baru. Sedangkan asam pantotenat berfungsi dalam asetilasi amina aromatik, dalam perombakan karbohidrat, asam lemak dan asam amino menghasilkan energi dan air. Sianokobalamin (vitamin B12) bersama kholin dan asam folat berperan dalam metabolisme asam amino metionin, dalam sintesis asam nukleat dan pembentukan sel darah merah. Vitamin larut air lainnya, asam askorbat (vitamin C) berfungsi sebagai senyawa pereduksi, dalam reaksi hidroksilasi dalam sel, dan pada pembentukan kolagen. Dalam pembentukan kolagen, asam askorbat siap menangkap ion feri (FE 3+) dan mengubahnya menjadi ion fero (Fe 2+) sehingga enzim tetap bekerja.

           

Karakteristik umum vitamin larut dalam air adalah larut dalam air, simpanan sebagai kelebihan, kebutuhannya sangat sedikit, dikeluarkan melalui urin, gejala defisiensi sering terjadi dengan cepat, harus selalu ada dalam makanan sehari-hari, umumnya tidak mempunyai prekursor. Selain C, H, O juga mengandung N, kadang-kadang S, dan Co. Diabsorpsi melalui vena porta dan dibutuhkan oleh organisme sederhana dan kompleks. Bersifat toksik hanya pada dosis tinggi (>10 x KGA).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2002

 

Alamtsier, S. Penuntun Diet edisi baru, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama,2004

 

Bagian Gizi R.S. Dr Cipto Mangunkusumo dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia. Penuntun Diit. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1982

 

Khomsan, A. Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan, Jakarta : Rajagrafindo Persada, 2002

 

Karyadi, D. Energi dan zat-zat Gizi, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1987

 

Karyadi, D. Vitamin, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1987

 

Sediaoetama, A. D. Ilmu Gizi jilid I, Jakarta : Dian Rakyat, 1985

 

Sediaoetama, A. D. Ilmu Gizi jilid II, Jakarta : Dian Rakyat, 1999

 

Tejasari, Nilai-nilai Gizi Pangan , Yogyakarta : Graha Ilmu, 2005

 

Winarno, F. G. Kimia Pangan dan Gizi, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2004

 

Winarno, F. G. Pangan, Gizi, Teknologi dan konsumen, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 1994

 

Winarno, F. G. Gizi dan Makanan, Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1999

 

 

 

Vitamin Larut Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s