INTI

“INTI”

KULINER KHAS TIGO BALEH

Kota Bukittinggi adalah kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera BaratIndonesia. Kota ini pernah menjadi ibu kota Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Kota ini juga pernah menjadi ibu kota Provinsi Sumatera dan Provinsi Sumatera Tengah.Bukittinggi pada zaman kolonial Belanda disebut dengan Fort de Kock dan dahulunya dijuluki sebagai Londen Van Andalaskarena adanya Jam Gadang yang mesin jam tersebut sama dengan mesin Jam Big Ben di London (wikipedia).

Kota ini merupakan tempat kelahiran beberapa tokoh pendiri Republik Indonesia, di antaranya adalah Mohammad Hatta dan Assaat yang masing-masing merupakan proklamator dan pejabat presiden Republik Indonesia. Dan kota ini adalah kota yang menjadi kampung halamanku. Dikota ini aku dibesarkan, hingga waktu usia sekolahku dimulai pada tahun 1982 (wikipedia)

Selain sebagai kota perjuangan, Bukittinggi juga terkenal sebagai kota wisata yang berhawa sejuk, dan bersaudara (sister city) dengan Seremban di Negeri SembilanMalaysia. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Agam. Tempat wisata yang ramai dikunjungi adalah J Gadang, yaitu sebuah menara jam yang terletak di jantung kota sekaligus menjadi simbol bagi kota yang berada di tepi Ngarai Sianok (wikipedia).

Untuk jajanan atas makanan cemilan khas kota bukittinggi salah satunya adalah INTI.Inti akan dihidangkan bersama dengan makanan lain pada setiap acara adat ataupun pesa perayaan keluarga. Pada acara tersebut biasanya dihidangkan bermacam makanan khas seperti, randang, asam padeh daging, pangek ikan, gulai ayam naneh, paruik lauak, paragede kantang, karupuak tunjuak. Kue atau kuliner khas adat yang harus dihidangkan pada upacara adat yang diadakan adalah: kue inti, galamai, wajik, pinyaram, pisang. Kue inti adalah salah satu kue yang harus ada dihidangkan pada setiap upacara adat yang diadakan, baik upacara perkawinan ataupun upacara khatam Al-Quran. Yang mau buat inti silahkan. Rasanya dijamin enak.

Kue Inti yang sering dibuat oleh tante aku bisa dilihat disini resepnya.

Bahan kulit : Tepung beras ketan Kelapa Air kelapa Garam halus Gula pasir

Bahan isi: Kelapa, Gula pasir, Garam halus, vanili, Minyak goreng

Cara membuat :

  1. Larutkan garam, gula pasir, dengan air kelapa aduk rata
  2. Masukan tepung beras ketan dan kelapa kedalam waskom, kemudian tuang air kelapa yang telah dicampur gula pasir dan garam sedikit demi sedikit aduk hingga kalis
  3. Kelapa, garam, gula, vanili, dicampur dan diaduk rata sebagai bahan isi dari kue inti.
  4. Ambil sedikidit adonan, kemudian bulatkan dan bagian tengahnya ditekan dengan jempol lalu diisi dengan adonan isi yang telah dibuat sebelumnya.
  5. Bulatkan kembali inti yang sudah diisi, hati-hati jangan sampai bocor atau isinya keluar.
  6. Lumuri adonan dengan tepung terigu
  7. Goreng dari minyak dingin sebanyak 4-5 bh sampai kuning                         Bentuk kue inti yang dihasilkan adalah bulat dengan diameter 4 cm. Warna kue inti yang dihasilkan adalah kuning keemasan. Rasa kulit kue inti yang dihasilkan adalah gurih, manis. Aroma yang dihasilkan adalah harum. Tekstur yang dihasilkan adalah kenyal.

Teknik pengolahan kue inti ini masih sederhana seperti dalam hal menggunakan bahan yang akan digunakan, mereka biasanya masih menggunakan genggaman tangan untuk menakar bahan yang digunakan.

Selamat Mencoba

IMG_20150208_184616

INTI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s